Naik Rp 249 Ribu, Inilah Besaran Biaya Haji Tahun 2017

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Pemerintah RI melalui Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama Komisi VIII DPR-RI menyepakati besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1438H/2017M. Besaran rata-rata BPIH yang dibayar langsung oleh Jemaah Haji untuk tahun 1438H/2017M rata-rata sebesar Rp34.890.312, atau naik sebesar 0,72% (Rp249.0080) dibanding BPIH tahun lalu.

Dikutip dari laman resmi setkab.go.id, kesepakatan BPIH 1438H/2017M tersebut ditandatangani Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan seluruh pimpinan Komisi VIII DPR RI M dalam Rapat Kerja di ruang rapat Komisi VIII DPR, di Jakarta, Jumat (24 /3) siang.

Biaya Haji Tahun 2017

“Pemerintah dan DPR berdasarkan laporan dari Panitia Kerja (Panja) BPIH, bersama menyepakati, dan hari ini menandatangani BPIH tahun 1438H/2017M sebesar Rp34.890.312, dan kita sepakati sebagai direct cost,” kata Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher.

Mengenai adanya kenaikan sebesar Rp249.008, Ali Taher menilai, sangat rasional, objektif, dan proporsional berdasarkan dua hal penting, kpertama, mempertimbangkan kenaikan bahan bakar Avtur, dan kedua mempertimbangkan faktor inflasi di Pemerintahan Arab Saudi.

Sementara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan apresiasinya kepada Komisi VIII DPR RI yang telah berhasil menetapkan dan memberikan persetujuan BPIH 1438H/2017M. “Ini tentu melalui proses yang panjang,” ujarnya.

Komponen BPIH yang dibayar langsung oleh Jemaah Haji sama dengan tahun lalu, terdiri dari dari tiket pesawat dan passenger service charge, pemondokan Makkah, dan Living Allowance. Besaran rata-rata BPIH yang dibayar langsung oleh Jemaah Haji untuk tahun 1438H/2017M rata-rata sebesar Rp34.890.312.

Besaran rata-rata BPIH dimaksud terdiri atas biaya tiket penerbangan sebesar Rp26.143.812, pemondokan Makkah sebesar SAR950 setara Rp3.391.500 dan Living Allowance sebesar SAR1.500 setara Rp5.355.000.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kuota haji Indonesia untuk tahun ini naik sebesar 31,4 persen. Jika kuota haji Indonesia semula berjumlah 155.200 jemaah haji reguler, maka pada tahun ini menjadi 204.000 jemaah haji reguler dari total kuota nasional sebesar 221.000 jemaah. (Humas Kemenag/ES)

Sekian, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Sebanyak 423.801 Siswa Madrasah Aliyah akan Ikuti UAMBN dan USBN

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Sebanyak 423.801 siswa Madrasah Aliyah (MA) mengikuti Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Ujian ini akan berlangsung sepekan, dari 20 24 Maret 2017.

Direktur Kurikulum, Sekolah, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) M Nur Kholis Setiawan mengatakan bahwa peserta UAMBN MA dalam lima tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2013, peserta UAMBN MA tercatat hanya 87.485, lalu 98.792 (2014), 110.052 (2015), dan naik tajam menjadi 372.994 pada 2015.

UAMBN dan USBN
Image source: @madrasah.kemenag

"Tahun 2017 ini kenaikannya sebanyak 13,62% atau sebanyak 50.807 peserta didik dibanding tahun 2016," ujarnya.

Tahun ini merupakan kali pertama penyelenggaraan USBN di madrasah. Meski demikian, Nur Kholis yakin madrasah bisa menyelenggarakannya karena sudah terbiasa dengan penyelenggaraan UAMBN.
"Kalau sebelumnya hanya mata pelajaran agama, tahun ini mapel umum juga diujikan," ujar M. Nur Kholis di Jakarta, Senin (20/03).

Mata pelajaran umum tersebut antara lain: Biologi, Fisika, dan Kimia, Sejarah, dan PPkN untuk peminatan IPA, serta Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi Sejarah, dan PPkN untuk peminatan IPS. Ikut diujikan juga mapel Sastra Indonesia/Bahasa dan Sastra Indonesia, Antropologi, dan Bahasa Asing (Bahasa Arab, Jepang, Jerman, Perancis, dan Mandarin) , Sejarah, dan PPkN untuk siswa MA yang mengikuti peminatan Bahasa dan Budaya.

"Adapun mapel yang diujikan pada kelas peminatan keagamaan mencakup Tafsir, Hadis, Fikih, Sejarah, dan PPkN," terangnya. Baik UAMBN maupun USBN, dilakanakan secara tertulis Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).

Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menegaskan bahwa nilai hasil UAMBN dan USBN bukan penentu kelulusan. Menurutnya, kelulusan ditentukan masing-masing satuan pendidikan melalui forum rapat dewan guru, dengan mempertimbangkan kriteria: menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai sikap/prilaku minimal baik, dan lulus UM dan USBN.

"Atas nama pribadi dan lembaga, saya mengucapkan selamat menempuh USBN dan UAMBN untuk anak anakku siswa/i MA se Indonesia. Teriring doa dan harapan yang tulus, semoga kalian mendapatkan kesuksesan dan ilmu yang bermanfaat. Amien ya rabb al-'alamin," harapnya. Sekian, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Sumber: https://www.kemenag.go.id/berita/473804/o423-801-siswa-madrasah-aliyah-ikuti-uambn-dan-usbn

Presiden akan Resmikan Tugu Titik Nol Islam Nusantara, Prasasti Awal Mula Islam di Nusantara

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Presiden Joko Widodo diundang untuk menghadiri Silaturahmi Nasional (Silatnas) Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) sekaligus meresmikan titik nol, prasasti awal mula Islam di Nusantara, yang akan digelar di Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada 24-25 Maret ini.

“Insya Allah, (beliau) bersedia hadir, dan menginap nanti di pesantren disana. Pondok Pesantren Musthafawiyah, di Mandailing Natal,” kata Ketua JBMI, Kyai Haji Ali Akbar Marbun, usai bersama jajaran pengurus JBMI diterima oleh Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (15/3) siang.

Tugu Titik Nol Islam Nusantara
Image source: @setkab/JAY/Humas

Dikutip dari laman resmi setkab.go.id, sebelumnya Ketua DPP JBMI, Albiner Sitompul, dalam laporannya saat bertemu Presiden Jokowi mengatakan, Silaturahmi Nasional di Kabupaten Mandailing Natal itu, dirangkaikan dengan kegiatan peresmian Titik Nol Tugu Islam Indonesia, yang saat ini dalam pandangan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) disebut Titik Nol Nusantara.

“Konsep yang kami kembangkan, yang kami bawa adalah sesuai dengan tema, Indonesia Martangiang, artinya berdoa, dalam kesepakatan terhadap perbedaan, kebersamaan, persaudaraan, menuju Indonesia Gemilang,” jelas Albiner.

Sementara saat ditanya wartawan usai pertemuan, Ketua JBMI Kyai Haji Ali Akbar Marbun mengemukakan, nantinya Presiden akan meletakkan titik nol, prasasti awal mula Islam di Nusantara, yaitu di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

“Jadi beliau, dan terus nanti ke Pondok Pesantren Musthafawiyah bermalam di sana. Insha Allah salah satu pesantren terbesar dan tertua di Sumatera Utara, muridnya sekitar 12.000,” jelas KH Ali Akbar Marbun.

Saat menerima pengurus JBMI itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.

Sekian, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Seleksi Program Beasiswa Tahfidz Al-Quran (PBTQ) Tahun 2017

Assalamu'alaikum.wr.wb.

Program Beasiswa Tahfidz al-Qur'an (PBTQ) Kementerian Agama RI-UICCI adalah bentuk pelaksanaan kerjasama antara Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI dengan Yayasan Pusat Persatuan Kebudayaan Islam Indonesia-Turki/ United Islamic Cultural Centre of Indonesia-Turkey (UICCI) dalam pengembangan kemampuan santri dibidang Qira'at al-Qur'an, Tahfidz al-Qur'an, Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman (Aqidah, Akhlaq, Tasawwuf, Fiqh, Hadits, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab), serta Bahasa Turki.

PBTQ dilaksanakan dalam bentuk pemberian beasiswa pendidikan bagi peserta yang lulus seleksi untuk mengikuti program pendididkan non-degree di Indonesia dan Turki.

Seleksi Program Beasiswa Tahfidz Al-Quran

Penyelenggara Program

Penyelenggara PBTQ Kementerian Agama RI-UICCI adalah Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI yneg bekerjasama dengan Yayasan Pusat Persatuan Kebudayaan Islam Indonesia-Turki/ United Islamic Cultural Centre of Indonesia-Turkey (UICCI).

Kelompok Program

PBTQ Kementerian Agama RI-UICCI dilaksanakan dalam 2 (dua) kelompok program, yaitu Program Tahfizh Kelompok Usia 18-22 Tahun dan Program Kelompok Tahfizh Usia 14-18 Tahun.

1. Program Tahfizh Kelompok Usia 18-22 Tahun

Program Tahfizh Kelompok Usia 18-22 Tahun ditujukan bagi mereka yang telah menyelesaikan hafalan al-Qur'an 30 Juz, lancar membac al-Qur'an sesuai kaidah membaca al-Qur'an yang baik dan benar, serta memiliki dasar pengetahuan bahasa Arab.

Peserta yang lulus seleksi Program Tahfizh Kelompok Usia 18-22 Tahun akan mengikuti layanan pendidikan sebagai berikut:

a. Pendidikan di Indonesia
Peserta yang lulus seleksi akan diberikan layanan pendidikan selama 1 (satu) tahun pada lembaga pendidikan yang ditunjuk oleh Kementerian Agama di Indonesia untuk memantapkan tahfizh al-Qur'an 30 (tiga puluh) juz, bahasa Arab dan bahasa Turki.

b. Pendidikan di Turki
Setelah menyelesaikan penddikan di Indonesia, peserta program akan mengikuti layanan pendidikan di Turki selama 3 (tiga) tahun untuk mendalami tahfizh al-Qur'an, pengetahuan keagamaan Islam, serta kemampuan berbahasa Arab dan Turki.

c. Masa Pengabdian
Setelah menyelesaikan pendidikan di Turki, peserta program diwajibkan untuk mengabdi sekurangnya selama 1 (satu) tahun dalam rangka mengembangkan pengetahuannya di:
  • 1). Pondok pesantren Tahfizh al-Qur'an di Indonesia dengan ketentuan yang diatur oleh Kementerian Agama RI.
  • 2). Lembaga pendidikan yang dikerjasamakan oleh UICCI di sejumlah negara, dengan persetujuan dan ketentuan yang diatur oleh Kementerian Agama RI.

d. Paska Pengabdian
Setelah masa pengabdian, peserta program dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau pengembangan program lainnya.

2. Program Tahfizh Kelompok Usia 14-18 Tahun

Program Program Tahfizh Kelompok Usia 14-18 Tahun ditujukan bagi mereka yang telah menyelesaikan hafalan al-Qur'an 1 Juz sekurang-kurangnya Juz 'Amma (Juz 30), serta lancar membaca al-Qur'an sesuai kaidah membaca al-Qur'an yang baik dan benar.

Peserta yang lulus seleksi Program Tahfizh Kelompok Usia 14-18 Tahun akan mengikuti layanan pendidikan sebagai berikut:

a. Pendidikan di Indonesia
  • 1). Peserta yang lulus seleksi akan diberikan layanan pendidikan selama 2 (dua) tahun pada lembaga pendidikan yang ditunjuk Kementerian Agama RI untuk dapat menghafal (tahfizh) al-Qur'an 30 juz, peningkatan kemampuan bahasa Arab dan Turki serta pendidikan keagamaan Islam.
  • 2). Di awal tahun ke-3, dilakukan seleksi peserta yang akan diberangkatkan ke Turki untuk mengikuti program lanjutan.
  • 3). Bagi peserta yang tidak lulus seleksi program lanjutan ke Turki, bagi yang belum memiliki ijazah pendidikan menengah (MA/sederajat) dan memenuhi ketentuan diwajibkan tetap mengikuti pendidikan di Indonesia selama 1 (satu) tahun untuk menyelesaikan Program Pendidikan Kesetaraan Paket C/Muadalah.
  • 4). Bagi peserta yang tidak lulus seleksi program lanjutan ke Turki, setelah menyelesaikan Program Pendidikan Kesetaraan Paket C/Muadalah, dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau pengembangan program lainnya. 

b. Pendidikan di Turki

Peserta yang telah mengikuti pendidikan di Indonesia selama 2 (dua) tahun dan lulus seleksi program lanjutan ke Turki akan mengikuti layanan pendidikan di Turki selama 3 (tiga) tahun untuk mendalami tahfizh al-Qur'an, pengetahuan keagamaan Islam, serta kemampuan berbahasa Arab dan Turki.

c. Masa Pengabdian

Setelah menyelesaikan pendidikan di Turki, peserta program diwajibkan untuk mengabdi sekurangnya selama 1 (satu) tahun dalam rangka mengembangkan pengetahuannya di:
  • 1). Pondok pesantren Tahfizh al-Qur'an di Indonesia dengan ketentuan yang diatur oleh Kementerian Agama RI.
  • 2). Lembaga pendidikan yang dikerjasamakan oleh Yayasan Pusat Persatuan Kebudayaan Islam Indonesia-Turki/ United Islamic Cultural Centre of Indonesia-Turkey (UICCI). di sejumlah negara, dengan persetujuan dan ketentuan yang diatur oleh Kementerian Agama RI.

d. Paska Pengabdian

Setelah masa pengabdian, peserta program dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau pengembangan program lainnya.

#Fasilitas Beasiswa

Peserta yang lulus seleksi dan mengikuti program akan mendapatkan;

1). Layanan pendidikan termasuk akomodasi dan konsumsi selama mengikuti pendidikan yang ditanggung oleh UICCI;

2). Transport keberangkatan dan kepulangan untuk mengikuti layanan pendidikan di Turki yang ditanggung oleh Kementerian Agama RI.

#Tempat Penyelenggaraan Program

Pendidikan di Indonesia diselenggarakan di sejumlah pesantren Sulaimaniyah yang dikembangkan oleh UICCI.

Peserta seleksi dapat mengusulkan pesantren Sulaimaniyah dimaksud sebagai tempat penyelenggaraan program di Indonesia yang hendak diikuti dengan pilihan pesantren (lihat lampiran).

#Seleksi

Seleksi Seleksi Program Beasiswa Tahfidz Al-Qur'an (PBTQ) adalah sbb:

1). Pendaftaran Calon peserta seleksi akan dimulai tanggal 13 Maret - 13 Mei 2107 secara online di website http://www.uicci.org;

2). Seleksi akan dilaksanakan dalam 2 (dua) tahap, dengan jadwal sebagai berikut;
  • a. Seleksi Tahap I, berupa tes tulis dan bacaan al-Qur'an dilaksanakan pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi yang ditunjuk pada tanggal 26 Mei 2017. Hasil seleksi akan diumumkan pada tanggal 01 Juni 2017 melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan website http://www.kemenag.go.id/.
  • b. Seleksi Tahap II, berupa masa orientasi pada Pesantren Sulaimaniyah yang ditunjuk pada tanggal 07 Juni 2017 sampai dengan 11 Juni 2017. Hasil seleksi akan diumumkan pada tanggal 01 Juni 2017 melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan website http://www.kemenag.go.id/.

3). Pelaksanaan Pendidikan dimulai tanggal 09 Juli 2017.

Untuk informasi lebih lengkap tentang ketentuan pelaksanaan dan persyaratan lainnya, silahkan unduh lampiran di akhir postingan. Demikian informasi beasiswa yang dapat admin sampaikan, semoga bermanfaat, terima kasih, wassalamu'alaikum.wr.wb.

Indonesia Siap Dipilih Kembali Jadi Sekjen Forum Zakat Dunia

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama World Zakat Forum (WZF) atau Forum Zakat Dunia akan menggelar konferensi pada 15 16 Maret di Jakarta. Mengangkat tema 'Penguatan Peran Zakat Sebagai Instrumen Global Pengentasan Kemiskinan', event tiga tahunan ini juga mengagendakan pemilihan sekjen baru.

"Pada acara ini, nanti akan ada pemilihan Sekjen WZF baru," kata Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bambang Sudibyo saat bersilaturahim dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di kantornya, Jakarta, Kamis (09/03). Menurutnya, Indonesia siap jika dipilih kembali menjadi Sekjen WZF untuk kepengurusan mendatang.

Forum Zakat Dunia

Disampaikan Bambang, WZF akan diikuti peserta dari semua lembaga zakat yang ada di Indonesia. Selain itu, WZF juga mengundang organisasi zakat dari 16 negara. Mantan Menteri Keuangan ini berharap WZF Selain menjadi ajang menjalin kerjasama lembaga zakat antar negara. "Banyak negara yang kaya, kelebihan dana zakatnya, kiranya bisa dimanfaatkan," tambah Bambang.

Selain itu, WZF juga akan membahas perkembangan lembaga zakat ke depan agar bisa bekerja lebih professional. Sebab, Baznas sebagai satker, tidak hanya berfungsi mengumpulkan zakat lalu menyalurkannya. "Infrastruktur Baznas harus diperbarui, semisal, amil itu sebagai profesi yang bersertifikat," kata Bambang sembari berharap WZF juga akan menghasilkan 'Indeks Zakat Nasional'.
Diundang sebagai pembicara, Menteri Agama Lukman menyatakan bersedia. Menag berharap, World Zakat Forum Conference 2017 ini juga bisa menjadi momentum untuk melahirkan pemikiran-pemikiran keilmuan baru terkait fikih zakat kontemporer.

Selain mendiskusikan penyelenggaraan WZF, kepada Menag, Baznas juga mengusulkan agar kegiatan pembayaran zakat para pejabat negara bersama presiden dapat diagendakan kembali tahun ini. Di samping itu, Baznas juga mengusulkan penerbitan Inpres baru tentang pembayaran zakat yang lebih kuat daripada Inpres tahun 2014 dulu.

Terkait itu, Menag mempersilakan Baznas untuk menyiapkan draft-nya agar bisa dibahas bersama. Tampak hadir dari Baznas, wakil ketua Zainulbahar Noor, dan Mundzir Suparta. Menag Lukman didampingi oleh Sesmen Khairul Huda Basyir, Kasubdit Sistem Informasi Zakat Wakaf Hj Andi Yasri, dan Kepala Subdirektorat Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Fuad Nasar. Demikian, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Sumber: https://www.kemenag.go.id/berita/468024/indonesia-siap-dipilih-kembali-jadi-sekjen-world-zakat-forum

Ditjen Pendis Akan Tulis Buku Ajar Pendidikan Agama Islam

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Dikutip dari laman kemenag.go.id, tahun 2017 ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis), Kementerian Agama (Kemenag) RI akan menulis buku ajar pendidikan agama Islam di sekolah umum.

"Selama ini buku ajar pendidikan agama Islam di SD, SMP dam SMU ditulis oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Dan saya menantang diri saya sendiri selaku Dirjen Pendis dan teman-teman di Direktorat Pendidikan Agama Islam untuk menulis buku ajar Pendidikan Agama Islam di sekolah," kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin di Jakarta, Senin (27/02/2017).

Ditjen Pendis Akan Tulis Buku Ajar Pendidikan Agama Islam

Sebagaimana diketahui, lanjut Kamarudin, ketika ada permasalahan menyangkut konten dalam buku ajar pendidikan agama Islam di sekolah, Kemenag RI selalu menjadi sorotan. "Kalau ada kesalahan terutama berita hoax dan paham radikal dan ekstrim yang ada dalam buku ajar, Menteri Agama RI dan Dirjen Pendis selalu menjadi sorotan publik dikarenakan mereka tahunya ini adalah tanggung jawab Kemenag. Padahal, Kemenag hanya punya "guru"nya saja bukan bukunya," kata guru besar UIN Alaudin ini.

Oleh karena itu sambung alumnus S3 di Bonn University-Jerman ini, setelah penulisan buku ajar pendidikan agama Islam ini selesai, Kemenag akan "mengambil" otoritas penulisan buku ajar ini ke Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. "Ke depannya, kewenangan penulisan buku ajar agama Islam harus ada di Direktorat Pendidikan Agama Islam (Dit. PAI), Ditjen Pendis-Kemenag RI bukan ada di Kemdikbud," tutur Kamaruddin.

Terhadap fenomena buku ajar agama Islam yang dipenuhi dengan berita hoax dan paham radikal dan ekstrimis, Kamaruddin juga berkeinginan memberantas ini dengan adanya tashih buku ajar sebelum ada di tangan guru dan murid.

"Target Kemenag terhadap fenomena buku yang menyimpang ini adalah dengan membentuk Lembaga Tashih Buku Ajar Agama dan Keagamaan. Institusinya boleh dimana saja, bisa Litbang atau di Ditjen Pendidikan Islam yang menanganinya. Tujuannya adalah untuk mengesahkan dan mengotentifikasikan keagamaan yang akan diajarkan baik di sekolah maupun di madrasah," kata Kamaruddin.

Lembaga ini, ungkap Kamarudin, akan dikelola oleh orang-orang kompeten dalam bidangnya. "Lembaga ini akan melibatkan para ahli agama yang memiliki pandangan moderat dan juga melibatkan para tokoh yang memiliki penguasaan khazanah klasik sebagai sumber utama rujukan dalil-dalil agama dengan baik," tegas Dirjen Pendis.

Sedangkan strategi Ditjen Pendis dalam membentuk lembaga tashih ini adalah memberikan tugas khusus kepada para pengelolanya.

"Tugas khusus yang diberikan pada lembaga tashih ini adalah pertama, meredisain kurikulum pendidikan agama (KI KD) yang berorientasi pada pemahaman keagamaan yang toleran. Kedua, melakukan kajian atas buku ajar yang diindikasikan mengandung ajaran-ajaran intoleransi. Ketiga, melakukan kajian terhadap teks-teks keagaman yang isinya banyak diselewengkan, dan adanya pengubahan terjemahan," kata Pak Dirjen. (@viva_tnu/dod)
Sekian, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Ujian Madrasah Akan Digelar Mulai 20 Maret

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Kementerian Agama (Kemenag) akan mulai menggelar ujian madrasah pada 20 Maret mendatang. Ada empat jenis ujian yaitu: Ujian Madrasah (UM) untuk tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN), Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), dan Ujian Nasional (UN) untuk Madrasah Tsanawiyah (Mts) dan Madrasah Aliyah (MA).

Menurut Kasubdit Kurikulum Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Basnang Said, UAMBN MA akan dilaksanakan pada Senin 20 24 Maret 2017. Sedangkan UAMBN MTs akan dilaksanakan pada 17 - 20 April 2017.

Ujian Madrasah Akan Digelar Mulai 20 Maret

Basnang mengatakan, pelaksaaan USBN tahun ini adalah kali pertama di madrasah. Meski demikian, madrasah siap melaksanakannya karena belajar dari penyelenggaraan UAMBN sejak tahun 2009. "USBN tidak asing bagi madrasah, sebab UAMBN persiapannya lebih matang ketimbang USBN," tukasnya dalam Rakor Persiapan Ujian Madrasah di Bekasi, Kamis (02/03).

Dilansir laman kemenag.go.id, Rakor yang diikuti ini menjadi ajang konsultasi para Kepala Bidang (Kabid) Madrasah dan Kabid Pendididkan Islam (Pendis) Kanwil Kemenag Provinsi. Salah satu tema yang muncul adalah terkait kesejahteraan serta pelatihan Proktor yang bertanggungjawab mengendalikan server madrasah dalam teknis penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Selain itu, Prosedur Operasional Standar (POS) UN dari Kemendikbud yang belum mengakomodir program keagamaan yang ada di Kemenag juga menjadi tema bahasan.

Hadir sebagai narasumber, Penanggung Jawab UN Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Mira Josy Moestadi menjelaskan masalah proktor yang memiliki beban dan tanggung jawab yang lebih, namun dari sisi kesejahteraan belum maksimal. Menurut Mira, pos anggaran sudah disediakan. Mira mengapresiasi catatan dari peserta rakor untuk perbaikan ke depan.

Terkait pelatihan proktor, Mira mencontohkan kerjasama yang sudah terjalin antara Kanwil Kemenag DKI Jakarta dengan Suku Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi. Mira berharap, sinergi yang sama juga bisa dilakukan Dinas dan Kanwil Kemenag Provinsi lainnya. (Sholla/mkd/mkd)

Sekian, wassalamu’alaikum.wr.wb.