Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Siapa Sangka, Dari Gubuk Reot Ini Telah Hasilkan Pembaca Kitab Kuning Andal

By On 11:32:00 PM

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Kyai Amin Fauzan Badri menemukan metode singkat belajar ilmu alat. Dalam tempo 8 - 20 bulan, santri dijamin sanggup membaca kitab ‘gundul’ secara lancar lengkap dengan ma’na dan gramatikanya. Sayangnya, fasilitas pesantrennya kurang memadai. Masih berupa gubug reot.

Muhammad Amir Hasan membuka Kitab Fathul Qarib. Kitab karya Abu Abdillah Muhammad bin Qosim al-Ghazzi tanpa harakat dan terjemah itu dibacanya dengan lancar. Bocah berusia 12 tahun tersebut bahkan mampu membaca makna, menjabarkan i’rab (perubahan harakat di akhir kalimat), dan melafalkan maraji’nya.

Gubuk Reot Ini Telah Hasilkan Pembaca Kitab Kuning Andal
Pesantren milik Kyai Amin (Foto:kemenag/Muhtadin AR)

“Saya baru 9 bulan di pondok ini,” tutur lulusan Madrasah Ibtidaiyah di pulau Karimun Jawa itu saat ditemui di Pesantren kyai Amin Grobogan beberapa waktu lalu.

Padahal umumnya, seorang santri butuh waktu minimal tiga tahun untuk bisa membaca dan memaknai kitab ‘gundul’. Itu pun harus ditempa ngaji ilmu ‘alat (gramatika bahasa Arab) saban hari.

Lain lagi Ahmad Badawi. Bocah asal Pati, Jawa Tengah itu usianya setahun lebih muda dari Muhammad Amir Hasan. Andai melanjutkan sekolah formal, ia menginjak kelas 6 Ibtidaiyah (MI). Tetapi 8 bulan terakhir, ia memilih mondok. Meski belum genap setahun nyantri, ketika diminta membaca kitab Fathul Qarib lengkap dengan maknanya, Badawi juga mampu membaca kitab tersebut dengan lancar.

Muhammad Amir Hasan dan Ahmad Badawi tidak nyantri di pondok modern. Ia mengaji di pesantren salaf dengan fasilitas yang jauh dari kata sederhana. Pondok yang berdiri di pelosok Kabupaten Grobogan, tepatnya di Desa Brakas Kecamatan Klambu Jawa Tengah itu bukan bangunan permanen yang disusun dari semen dan bata. Bangunannya sangat memprihatinkan karena beralas papan kayu, dan berdindingkan anyaman bambu (Jawa = gedhek).

Di gubug itu, hanya ada dua kamar untuk tidur 25 santri. Untuk santri sebanyak itu, hanya ada 1 kamar mandi yang lagi-lagi jauh dari kata layak. “Di sini anak santri itu keluar masuk, menyesuaikan dengan metode. Begitu dia sudah khatam, biasanya terus pulang,” tutur Kyai Amin Fauzan Badri, pengasuh pesantren tersebut mengawali ceritanya.

Di samping itu, juga banyak orang tua yang tidak tega menaruh anaknya di pesantren ini, mereka tidak tega dengan fasilitas yang dimiliki. Satu-satunya alasan yang membuat banyak orang tua tega menitipkan anaknya, menurut Kyai Amin, adalah kemampuan anak bisa membaca kitab kuning dalam tempo singkat.

Namun siapa sangka, dari gubuk reot inilah lahir anak-anak yang mahir membaca kitab kuning secara cepat. Kyai Amin bercerita, metode cepat baca kitab kuning ini dibuat karena pengalaman masa lalunya saat masih di pesantren, yakni sulitnya membaca kitab kuning. “Semua teman saya di pesantren dulu itu hafal kitab Alfiah, karena itu menjadi syarat kenaikan kelas.Tapi hanya sedikit yang mampu membaca dan menguasai kandungan kitab kuning dengan baik,” tuturnya

Atas pengalaman itulah, kala pulang dari pesantren, ia lalu mulai merumuskan metode yang kemudian diberi nama Al-Ikhtishor.

“Saya berfikir, bahwa membaca kitab itu mestinya mudah, karena susunan dalam bahasa arab itu hanya berupa Jumlah Ismiyah dan Jumlah Fi’liyah. Jika dua jumlah ini dikuasai, semua akan jadi mudah,” terangnya.

Baru setelah dipelajari pokoknya, susunannya berupa jumlah ismiyah atau fi’liyah, dipelajari pelengkapnya, yaitu jar-majrur, fi’il-fail, maf’ul bih, maf’ul muthlaq, dharaf, na’at wa man’ut, isim munsharif, ghairu munshorif, isim isyarah, dan lain-lainnya.

Kyai Amin menjelaskan, kitab yang dikarangnya hanya terdiri dari dua kitab pokok dan satu kitab maraji' (referensi). Kitab pertama menjelaskan cara membuat Jumlah Ismiyah. Sedangkan kitab kedua menjelaskan cara membuat Jumlah Fi’liyah.

Menurutnya, untuk mengaji dua kitab Al-Ikhtishor cukup diselesaikan dalam tempo 2 bulan atau 52 kali pertemuan. 1 bulan pertama mengaji Jumlah Ismiyah, dan bulan kedua mengaji Jumlah Fi’liyah. Proses belajarnya menurut kyai Amin cukup 1 jam dalam sehari.

“Santri setiap hari cukup belajar metode Al-Ikhtishor ini satu jam saja, karena syarat untuk mempelajari metode ini adalah tidak boleh lupa antara pelajaran pertama sampai terakhir. Pasalnya, setiap bab dalam Al-Ikhtishor ini berkaitan satu sama lain. Sehingga dalam dua kitab itu merupakan satu mata rantai yang tidak terputus. Kalau santri lupa soal bab sebelumnya, itu menutup jalan untuk bisa pada bab selanjutnya,” ujar Kyai Amin

“Karena antara satu bab dengan bab lainnya saling kait mengait, maka santri cukup belajar satu jam saja, agar dia tidak lupa dengan pelajaran-pelajaran sebelumnya,” tambahnya.

Kyai Amin menuturkan, proses pengajaran Al-Ikhtishor dilakukan saban pagi secara privat, 4 mata antara dirinya dengan santri. Satu per satu santri mengaji dengannya.

“Di sini tidak ada masa pengajian bersama-sama dimulai. Kalau hari ini ada santri datang, berarti besok pagi dia mulai belajar. Jadi antara satu santri dengan santri lainnya, mulainya beda dan khatamnya juga beda,” tutunya.

Lalu untuk menguatkan ingatan santri, setiap ba’da Ashar digelar setoran hafalan, dan pada malam harinya santri diwajibkan muthala’ah yang dipimpin santri senior. “Setiap satu bahasan dikaji tiga kali dalam satu hari,” terangnya.

Soal muthala’ah yang dipimpin santri senior, menurut Kyai Amin, cara ini ditempuh untuk menyiapkan santri senior agar bisa mengajar Al-Ikhtishor. “Nanti manfaatnya dia ngajar Al-Ikhtishor sudah bisa,” terangnya.

Selain Al-Ikhtishor Jumlah Ismiyah dan Fi’liyah, Kyai Amin juga menulis kitab kecil sebagai rujukan (maraji’) bagi dua kitab sebelumnya. Kitab berukuran kecil itu menukil dari sejumlah kitab Alfiah dan sharaf.

Jika sukses meng-khatamkan Al-Ikhtishor, santri sudah siap mengaji kitab kuning. Dalam praktik tersebut dibagi menjadi tiga tahapan, pemula, menengah, dan tinggi. Masing-masing tahapan ditempuh selama 3 hingga 6 bulan. Pada tahap pemula, mengaji kitab Fathul Qarib. Tahap menengah kitab Tahrir dan tahap tinggi, mengaji kitab Nihayatuz Zayn.

Artinya, seorang santri dijamin mahir membaca kitab kuning dalam tempo 20 bulan. Yakni 2 bulan mengaji Al-Ikhtishor, dan 18 bulan mengaji tiga kitab. Hasilnya boleh diuji. Muhammad Amir Hasan dan Ahmad Badawi misalnya, belum genap setahun nyantri, ia sudah lancar membaca kitab Fathul Qarib. Sayangnya, fasilitas pesantren masih jauh dari kata layak. Sehari-hari di gubug reot pun dilakoni dua santri itu, “tidak betah juga harus dipaksa betah,” tutur Ahmad Badawi.

Namun begitu, kyai Amin selalu berpesan kepada para santrinya selama belajar di pesantren. “Agar bisa cepat membaca kitab kuning, kita harus ingat tiga hal: harus teliti kata perkata; harus bisa menalar susunan kalimat secara logis; dan harus menguasai gramatika (kaidah) secara matang,” pesannya.

Kyai Amin yang kelahiran Keling Kelet Jepara Jawa Tengah pada 7 Desember 1975 ini bercerita, dua kitab Al-Ikhtishor itu mulai ditulis sejak tahun 2005, saat masih menetap di desa kelahirannya.

Saat mulai menyusun kitab ini sebenarnya, tidak semua kaidah gramatika Bahasa Arab dikuasainya dengan baik. Karenanya, begitu selesai ditulis, segera dibawanya ke gurunya di Mathaliul Falah di Kajen Margoyoso Pati untuk di-tashih.

Setelah di-tashih, guru kyai Amin di Mathaliul Falah berpesan agar tulisan yang sudah dikoreksinya tidak dibuka di tempat. “Jangan dibuka di sini ya, dibuka nanti saja di rumah,” pesannya.

Sesampai di rumah, tulisan itu kemudian dibuka. Dan ternyata, semua disilang memakai bolpoin merah, tanda salah semua.

“Saya buka halaman per halaman, semua berisi silang merah. Saya takut, minder dan menyerah dengan semua kesalahan itu. Dalam benak saya bergumam, saya tidak berani meneruskan tulisan ini,” kenangnya.

“Tapi di halaman akhir tulisan itu, ada tulisan tangan guru saya tadi, man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil,” tambahnya.

Membaca tulisan tangan gurunya, kiai Amin yang sudah takut, tiba-tiba muncul keberanian untuk meneruskan kembali menulis dan memperbaiki semua kesalahan yang sudah diberi tanda merah oleh gurunya.

“Saya terus berusaha memperbaiki semua kesalahan itu. Dan selang beberapa lama, setelah saya perbaiki, saya tashihkan lagi ke guru saya, dan alhamdulillah lulus, tidak ada coretan,” kenangnya.

Dari pengalaman itu kyai Amin yakin, bahwa kunci keberhasilan seseorang terletak pada niat dan kemauan kerasnya. “Jika kita memiliki A dan kemudian mengamalkannya, pasti Allah akan memberikan kemampuan kepada kita untuk mengerti B. Jika kita memiliki B dan kemudian mengamalkannya, pasti Allah akan memberikan kemampuan kepada kita untuk mengerti C, begitu seterusnya,” tambahnya penuh optimis.

Karena itu, kyai Amin berpesan kepada semua santrinya dan mereka yang ingin bisa membaca kitab kuning agar memiliki niat yang bulat dan belajar dengan semangat.

“Syarat untuk belajar bisa membaca kitab kuning di sini ini cuma dua, yaitu bisa membaca tulisan Arab dan tulisan latin (Indonesia),” pungkasnya. (Kemenag/Muhtadin AR/IS)

Sekian, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Kemenag Tetapkan Calon Peserta Sertifikasi Guru Madrasah Tahun 2017

By On 3:37:00 PM

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Ditjen Pendidikan Islam (Pendis) beberapa waktu lalu kembali membuka pendaftaran program Sertifikasi Guru melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) dan telah mengeluarkan surat keputusan penetapan calon peserta sertifikasi guru dalam jabatan guru madrasah di Jakarta, Selasa (12/09).

Kemenag Tetapkan Calon Peserta Sertifikasi Guru Madrasah Tahun 2017
Direktur GTK Madrasah Suyitno (Source:kemenag)

"Kementerian Agama memandang perlu melaksanakan program sertifikasi ini dalam rangka peningkatan mutu dan kompetensi guru madrasah," ujar Ditektur GTK Madrasah, Suyitno. Menurut Suyitno, sebanyak 4314 orang yang memenuhi persyaratan sebagai calon peserta sertifikasi guru madrasah. Data yang digunakan sebagai acuan pendaftaran adalah data SIMPATIKA, sebelumnya guru diwajibkan updating data dan status sertifikasi di layanan SIMPATIKA, sebelum 3 Juli 2017.

Selanjutnya, program sertifikasi guru 2017 hanya diperuntukkan bagi guru madrasah yang belum pernah mengikuti sertifikasi guru, karena saat ini belum dapat mengakomodasi sertifikasi ulang bagi guru yang sudah pernah sertifikasi, ujarnya.

Suyitno menambahkan bahwa proses dan tahapan pendaftaran dilakukan secara online melalui layanan SIMPATIKA. Setiap guru yang layak mengikuti sertifikasi guru tahun 2017, akan muncul notifikasi pemberitahuan pada akun SIMPATIKA masing-masing terkait berbagai hal menyangkut sertifikasinya. Daftar nama calon peserta sertifikasi guru madrasah se Indonesia dapat diunduh di akhir postingan. Terima kasih, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Kisah Syaikh Nawawi Al-Bantani, Jasad Tetap Utuh Meski Lama Dikubur

By On 9:34:00 AM

Salah satu kebijakan Pemerintah Arab Saudi bahwa orang yang telah dikubur selama setahun kuburannya harus digali. Tulang belulang si mayat kemudian diambil dan disatukan dengan tulang belulang mayat lainnya. Selanjutnya semua tulang itu dikuburkan di tempat lain di luar kota.

Lubang kubur yang dibongkar dibiarkan tetap terbuka hingga datang jenazah berikutnya terus silih berganti. Kebijakan ini dijalankan tanpa pandang bulu. Siapapun dia, pejabat atau orang biasa, saudagar kaya atau orang miskin, sama terkena kebijakan tersebut.

Inilah yang juga menimpa makam salah satu ulama besar Indonesia, Syaikh Nawawi Al-Bantani. Setelah kuburnya genap berusia satu tahun, datanglah petugas dari pemerintah kota untuk menggali kuburnya.


Tetapi yang terjadi adalah hal yang tak lazim. Para petugas kuburan itu tak menemukan tulang belulang seperti biasanya. Yang mereka temukan adalah satu jasad yang masih utuh. Tidak kurang satu apapun, tidak lecet atau tanda-tanda pembusukan seperti lazimnya jenazah yang telah lama dikubur.

Bahkan kain putih kafan penutup jasad beliau tidak sobek dan tidak lapuk sedikit pun.Terang saja kejadian ini mengejutkan para petugas. Mereka lari berhamburan mendatangi atasannya dan menceritakan apa yang telah terjadi. Setelah diteliti, sang atasan kemudian menyadari bahwa makam yang digali itu bukan makam orang sembarangan.

Langkah strategis lalu diambil. Pemerintah Arab Saudi melarang membongkar makam Syekh Nawawi Al-Bantani. Jasad beliau lalu dikuburkan kembali seperti sediakala. Hingga sekarang makam beliau tetap berada di Ma'la, Mekkah.

Syekh Nawawi Al-Jawi Al-Bantani (1813-1898)

Nama lengkapnya ialah Abu Abdul Mu’thi Muhammad Nawawi bin ‘Umar bin Arabi al-Jawi al-Bantani. Ia dilahirkan di Tanara, serang, Banten, pada tahun 1230 H/1813 M. Ayahnya seorang tokoh agama yang sangat disegani. Ia masih punya hubungan nasab dengan Maulana Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati (Cirebon).

Pada usia 15 tahun, Nawawi muda pergi belajar ke Tanah Suci Mekkah, karena saat itu Indonesia –yang namanya masih Hindia Belanda- dijajah oleh Belanda, yang membatasi kegiatan pendidikan di Nusantara. Beberapa tahun kemudian, ia kembali ke Indonesia untuk menyalurkan ilmunya kepada masyarakat.

Tak lama ia mengajar, hanya tiga tahun, karena kondisi Nusantara masih sama, di bawah penjajahan oleh Belanda, yang membuat ia tidak bebas bergiat. Ia pun kembali ke Makkah dan mengamalkan ilmunya di sana, terutama kepada orang Indonesia yang belajar di sana.

Banyak sumber menyatakan Syekh Nawawi wafat di Makkah dan dimakamkan di Ma’la pada 1314 H/1897 M, namun menurut Al-A’lam dan Mu’jam Mu’allim, dua kitab yang membahas tokoh dan guru yang berpengaruh di dunia Islam, ia wafat pada 1316 H/1898 M.

Peran strategis bagi dunia dan Indonesia

Syekh Nawawi Al-Bantani adalah satu dari tiga ulama Indonesia yang mengajar di Masjid Al-Haram di Makkah Al-Mukarramah pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Dua yang lain ialah muridnya, Ahmad Khatib Minangkabau dan Syekh Mahfudz Termas. Ini menunjukkan bahwa keilmuannya sangat diakui tidak hanya di Indonesia, melainkan juga di semenanjung Arab.

Syekh Nawawi sendiri menjadi pengajar di Masjid al-Haram sampai akhir hayatnya yaitu sampai 1898, lalu dilanjutkan oleh kedua muridnya itu. Wajar, jika ia dimakamkan berdekatan dengan makam istri Nabi Muhammad, Khadijah ra di Ma’la.

Syekh Nawawi Al-Bantani mendapatkan gelar Sayyidu Ulama’ al-Hijaz yang berarti Sesepuh Ulama Hijaz atau Guru dari Ulama Hijaz atau Akar dari Ulama Hijaz. Yang menarik dari gelar di atas adalah beliau tidak hanya mendapatkan gelar Sayyidu ‘Ulama al-Indonesi sehingga bermakna, bahwa kealiman beliau diakui di semenanjung Arabia, apalagi di tanah airnya sendiri.

Selain itu, beliau juga mendapat gelar al-imam wa al-fahm al-mudaqqiq yang berarti Tokoh dan pakar dengan pemahaman yang sangat mendalam. Snouck Hourgronje member gelar “Doktor Teologi”. #Fathoni

Source: Nu Online (22-07-2017)

Pemerintah Tetapkan Idul Adha pada 1 September 2017

By On 10:22:00 AM

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan awal Zulhijah 1438 H jatuh pada hari Rabu, 23 Agustus 2017. Dengan penetapan ini, maka Idul Adha jatuh pada hari Jumat, 1 September 2017.

Penetapan ini diambil setelah dilakukan sidang isbat yang diawali dengan pemantauan hilal di beberapa tempat di wilayah Indonesia, Selasa (22/8), bertepatan 29 Zulkaidah 1438 H di Auditorium HM. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama Jl. MH Thamrin, Jakarta.

Idul Adha Tahun 2017
Jumpa Pers Sidang Isbat Awal Zulhijah 1438 H (Foto: Humas Kemenag)

Sidang isbat penentuan awal Bulan Zulhijah dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, didampingi Ketua MUI, Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher Parasong, dan Dirjen Bimas Islam Muhamadiyah Amin.

Dalam siaran persnya seusai sidang Isbat, Sekjen Kementerian Agama, Nur Syam, menyampaikan hasil pemantauan hilal di 70 titik, terdapat 10 titik yang berhasil melihat hilal.

“Secara hisab, ketinggian hilal di wilayah Indonesia seluruhnya di atas ufuk, berkisaran antara 06° (enam derajat) sampai 08° (delapan derajat), keterangan data tersebut juga diperkuat berdasarkan laporan dari 70 titik rukyatul hilal di seluruh Indonesia. Dengan demikian pada sidang isbat ini diputuskan bahwa 1 Zulhijah 1438 H jatuh pada hari Rabu 23 Agustus 2017 M, sehingga tanggal 10 Zulhijah 1438 H bertepatan pada hari Jumat tanggal 1 September 2017 M,” papar Nur Syam.

Lebih lanjut, Nur Syam menambahkan bahwa dengan penetapan ini Kementerian Agama mengajak umat Islam untuk bersama-sama meningkatkan niat berderma dan berkurban. Ia menyampaikan karena hal ini adalah spirit dari perayaan Iduladha.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi VIII DPR RI menyampaikan terima kasihnya atas kerja keras jajaran Kementerian Agama dan pihak-pihak terkait dalam mensukseskan kegiatan sidang isbat ini.

“Atas nama komisi VII kami menyampaikan terima kasih atas partisipasi semua pihak,” ujarnya.

Seperti biasanya, sidang isbat 1438 H/2017 diawali paparan oleh anggota Tim Hisab Rukyat, Cecep Nurwendaya, dari unsur Planetarium, Jakarta, yang menguraikan penjelasan terkait posisi hilal tidak hanya di wilayah Indonesia namun juga di beberapa negara lainnya.

Selain pejabat dan ormas Islam, sidang isbat ini tampak dihadiri oleh duta besar negara-negara sahabat, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Lembaga dan instansi terkait. (HUMAS KEMENAG/EN)

Demikian informasi yang dapat admin share, semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Source: Setkab.go.id (22/08/2017)

Kemenag Buka Beasiswa Guru dan Calon Pengawas Madrasah

By On 4:52:00 PM

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah membuka program beasiswa S2 atau Tugas Belajar Strata-2 bagi Guru dan Tenaga Kependidikan madrasah.

Direktur GTK madrasah, Suyitno menuturkan, program ini adalah upaya kemenag dalam meningkatkan kualitas, mutu, kompetensi dan profesionalisme guru dan calon pengawas madrasah di lingkungan Direktorat jenderal Pendidikan Islam.

Direktur GTK Madrasah, Suyitno (sorce:Kemenag)

"Untuk tahun ini, kemenag menyiapkan 200 kuota beasiswa yang akan disebar ke 10 kampus terkemuka,” ujar Suyitno di Jakarta, seperti dilansir laman resmi kemenag.go.id, Selasa (22/8).

Kesepuluh kampus tersebut adalah UIN Syarif Hidavatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Joqjakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Alauddin Makasar, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Walisongo Semarang, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen, Universitas Wahid Hasyim Semarang, dan Universitas Negeri Surabaya.

Menurut Suyitno, tujuan dari program ini adalah memperluas akses bagi para guru madrasah dan calon pengawas madrasah untuk dapat mengikuti pendidikan pascasarjana. “Langkah ini dilakukan dalam upaya pemenuhan kualifikasi dan kompetensi akademik sebagai tenaga pengajar dan pengawas di madrasah,” ujarnya.

“Selain itu, meningkatkan mutu akademik para guru dan kinerja tenaga kependidikan (calon pengawas madrasah) dalam menjalankan tugas profesinya,” ujar Suyitno.

Kasubdit Bina Guru MA/MAK, selaku Leading Sektor program Beasiswa s2 GTK, Siti Sakdiyah menambahkan, sasaran program ini adalah guru PNS Kementerian Agama maupun Non PNS, guru tetap yayasan yang mengajar pada Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsnawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), dan calon pengawas madrasah semua jenjang.

“Untuk pendaftaran, langsung ke Perguruan Tinggi (PT) penyelenggara, dengan batas waktu sampai tanggal 31 Agustus 2017. Secara teknis seleksi diproses oleh PT penyelenggara, yang kemudian hasil seleksi diserahkan ke Kemenag,” terang Sakdiyah.

“Mudah-mudahan program ini dapat  terus berlanjut dan kita berharap bisa dilanjut dengan program ke luar negeri,” tambahnya.

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai program beasiswa ini dan bagaimana alur pendaftaranya, bisa dilihat pada petunjuk teknis yang bisa unggah di laman Kemenag atau bisa langsung unduh di sini.

Demikian informasi yang dapat admin share, semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Hati-Hati Penipuan Pemberian Beasiswa Berprestasi, Ini Imbauan Kemenag

By On 10:10:00 PM

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mengimbau  satuan kerja (satker) madrasah dan  Raudatul Atfal (RA) se Indonesia  dan untuk  berhati-hati terhadap  penipuan pendataan dan pemberian bantuan beasiswa kepada siswa-siswi berprestasi.

"Ditjen Pendis  tidak pernah menyampaikan surat edaran, baik  melalui situs web ataupun surat elektronik (surel), seperti yang saat ini banyak diterima oleh madrasah," kata Kasubbag Publikasi dan Humas Ditjen Pendis Muhtadin di Jakarta, seperti dikutip laman resmi kemenag.go.id, Senin (21/8). 

Hati-Hati Penipuan Pemberian Beasiswa Berprestasi, Ini Imbauan Kemenag

Menurutnya, modus penipuannya adalah dengan mengirimkan surat ke RA dan Madrasah untuk meminta nama-nama siswa berprestasi yang ada di madrasah.

"Selanjutnya mungkin  data tersebut akan dipergunakan untuk suatu kepentingan tertentu, dan yang kita khawatirkan nantinya  dipergunakan untuk untuk meminta mengirimkan sejumlah uang sebagai pembayaran atau semacam pungutan liar  ke rekening tertentu dengan berbagai alasan," katanya.

Muhtadin mengingatkan,  jika madrasah atau masyarakat umum menerima surat pemberitahuan atau surat edaran sejenis  dapat melalukan  tindakan sebagai berikut; pertama, tidak memberikan respon kepada janji-janji dan penawaran yang berasal dari orang atau alamat surel yang  tidak ketahui atau meragukan; Kedua, jangan mengungkapkan data pribadi atau data keuangan kepada siapa pun yang tidak dikenal atau dipercaya.

"Apabila mengungkapkan informasi tersebut kepada orang lain atau orang tersebut mengunggahnya melalui situs yang tidak dapat dipercaya, mohon untuk melaporkan kejadian tersebut pada aparat penegak hukum," ucapnya.

Ketiga, mewaspadai  terhadap informasi dari alamat  akun yang  bukan resmi milik lembaga; dan keempat, mengkonfirmasi dan mengkoordinasikam  dengan menghubungi bagian yang bersangkutan untuk menanyakan kebenaran surat yang diterima.

Demikian informasi yang dapat admin share, semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Sambut Hari Santri 2017, Kemenag Gelar Lomba Komik dan Kartun Strip

By On 9:05:00 AM

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Dalam rangka menyambut rangkaian Gebyar Hari Santri 2017 ketiga yang diperingati setiap 22 Oktober, Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren)kembali menggelar Lomba Komik dan Kartun Strip.

Sambut Hari Santri 2017, Kemenag Gelar Lomba Komik dan Kartun Strip

Lomba yang mengangkat tema “Indonesia Rumah Kita” ini memperebutkan hadiah uang tunai senilai total Rp200 juta. Direktur PD Pontren Ahmad Zayadi menuturkan, lomba ini bertujuan lebih mendekatkan santri dan pondok pesantren dengan masyarakat. Selain itu juga untuk menyebarluaskan nilai-nilai keislaman pesantren yang ramah terhadap kebinekaan.

“Di tengah maraknya praktik beragama yang penuh amarah dan intoleran, nilai-nilai keislaman pesantren yang santun dan menghargai perbedaan perlu digaungkan. Nilai-nilai yang diajarkan para kiai kepada santri sangat kontekstual dengan kondisi Indonesia yang berbineka,” kata Ahmad Zayadi di Jakarta, seperti dikutip laman resmi kemenag.go.id, Senin (07/08).

Menurut Zayadi, lomba komik dan kartun strip merupakan salah satu ikhtiar untuk membumikan Islam yang rahmatan lilalamin. “Komik dan kartun strip dipilih, karena dinilai mampu menjadi juru bicara yang efektif, khususnya kepada anak-anak muda yang kelak akan menjadi penentu masa depan Indonesia,” ungkapnya.

“Lomba ini sifatnya terbuka untuk untuk umum, baik kartunis dari Indonesia maupun mancanegara,” kata Zayadi.

Tahun ini adalah kali ketiga gelaran lomba dalam rangka Gebyar Santri. Pada tahun 2015, Dit PD Pontren mengadakan lomba kartun,  sedang tahun 2016 lomba foto dan cerpen. “Saya berharap kegiatan positif ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun yang akan datang,” harap Zayadi.

Kasubag TU Dit. PD Pontren Abdul Rouf mengatakan, karya yang akan diikutsertakan dalam lomba bisa diantar langsung ke alamat: Panitia “Lomba Komik dan Kartun Strip Internasional Gebyar Hari Santri 2017”, Ruang Subbag Tata Usaha Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Lt. 6 Gedung Kemenag RI, Jalan Lapangan Banteng No. 3-4 Jakarta Pusat 10710.

“Pengiriman karya bisa dilakukan sejak informasi ini diumumkan sampai batas akhir pengiriman pada 20 Oktober 2017,” papar Rouf.

Adapun ketentuan lomba sebagai berikut:

Ketentuan Khusus Lomba Komik:
  1. Karya komik dibuat di atas kertas berukuran A3 (29 cm x 42 cm), sebanyak 8 (delapan) sampai 16 (enam belas) halaman (sudah termasuk halaman cover), dengan posisi kertas vertikal (portrait),
  2. Halaman pertama merupakan sampul komik, yang memuat judul komik dan nama kreator,
  3. Teknik dan gaya menggambar bebas, boleh manual, digital, hitam-putih, berwarna, realis atau karikatural,
  4. Jika menggunakan teks, tulis dalam bahasa Indonesia, Melayu, atau Inggris,
  5. Setiap peserta boleh mengirim maksimal 2 (dua) karya,
  6. Karya yang diikutsertakan dalam lomba harus sesuai dengan tema, tidak mengandung unsur pornografi, atau menistakan unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),
  7. Kriteria penilaian meliputi kekuatan pesan, kualitas gambar, kesesuaian dengan tema, dan orisinalitas.

Ketentuan Khusus Lomba Kartun Strip:
  1. Karya kartun strip dibuat di atas 1 (satu) lembar kertas berukuran A3 (29 cm x 42 cm) dengan posisi vertikal (portrait),
  2. Teknik dan gaya menggambar bebas, boleh manual atau digital, hitam putih atau berwarna,
  3. Jika menggunakan teks, tulis dalam bahasa Indonesia, Melayu, atau Inggris,
  4. Setiap peserta boleh mengirim maksimal 2 (dua) karya,
  5. Karya yang diikutsertakan dalam lomba harus sesuai dengan tema, tidak mengandung unsur pornografi, atau menistakan unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),
  6. Kriteria penilaian meliputi kekuatan pesan, kualitas gambar, kesesuaian dengan tema, dan orisinalitas.

Menurut Rouf, seluruh karya yang masuk akan dinilai oleh dewan juri beranggotakan KH Ahmad Mustofa Bisri (Pengasuh Ponpes Roudlotut Tholibin, Rembang), Beng Rahadian (komikus, dosen FSR Institut Kesenian Jakarta), Hikmat Darmawan (pakar komik), dan Darminto M Sudarmo (Kartunis, mantan Pemred Majalah Humor).

“Nama-nama pemenang akan diumumkan di www.pendis.kemenag.go.id dan media sosial pada tanggal 1 November 2017,”tambahnya.

Demikian informasi yang dapat admin sampaikan, semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum.wr.wb.

Adab Melaksanakan Ibadah Shalat

By On 6:52:00 PM

Assalamu’alaikum.wr.wb.

Shalat adalah ibadah wajib bagi setiap muslim yang sudah baligh dan berakal sehat. Shalat pada hakikatnya adalah bentuk komunikasi antara seorang hamba dengan Allah Swt.. Akan tetapi, banyak orang kurang bisa menikmati ibadah shalat.

Adab Melaksanakan Ibadah Shalat
Ilustrasi Shalat

Hal ini bisa disebabkan beberapa hal, diantaranya adalah karena ia menganggap shalat hanyalah rutinitas belaka, sehingga shalatnya tidak berdampak apa-apa dalam kehidupannya. Padahal Allah berfirman bahwa dengan shalat yang khusyu’ maka seseorang akan bisa terhindar dari berbuat kekejian dan kemunkaran. Sehingga di antara masalah bangsa ini adalah banyak orang yang shalat, tapi sebagian mereka masih ada yang melakukan perbuatan munkar, misal korupsi. Naudzu Billahi.

Lalu kita perlu bertanya; Ada apa dengan shalatnya? Bagaimanakah shalatnya?. Bisa jadi orang-orang tersebut rajin shalatnya, namun tidak sampai pada esensi dari shalat tersebut.

Oleh karena itu, marilah kita agungkan ibadah shalat ini dengan cara memperhatikan adab-adabnya sebagaimana berikut ini, agar shalat kita benar-benar khusyu' sehingga kita bisa terhindar dari perbuatan keji dan munkar.

1. Menjaga waktu dan batas-batasnya.

Ketika waktu shalat masuk, bersegera menunaikannya dengan penuh semangat saat kewajiban itu tiba. Nabi bersabda pada Bilal: “Wahai Bilal, hiburlah kami dengan shalat!“ (Maksudnya: beradzanlah lalu kita melaksanakan shalat dan menikmati shalat).
Allah berfirman dalam surah al-Ma’un ayar 4-5:

فَوَيۡلٞ لِّلۡمُصَلِّينَ ٤ ٱلَّذِينَ هُمۡ عَن صَلَاتِهِمۡ سَاهُونَ ٥

Artinya: “Maka celaka bagi orang-orang yang shalat. Yaitu orang-orang yang lalai dalam shalatnya.”

Para ulama mengatakan lalai dalam ayat ini terutama adalah masalah meneledorkan waktu shalat.

2. Demikian pula tempat shalat dan sujud, kita rapikan dan bersihkan dari najis-najis yang ada, singkirkan gambar, tulisan atau apa saja yang mengganggu kekhusyu’an shalat.

3. Memakai  pakaian kita yang terbaik, saat panggilan shalat telah tiba, rapi, santun, baik, harum semerbak (bagi laki-laki)  dan menutup aurat secara sempurna.

Allah amat senang kalau perintahnya kita amalkan dengan suka cita. Allah memerintahkan dalam Al-Quran:  Surah al-A’raf ayat 31:

يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمۡ عِندَ كُلِّ مَسۡجِدٖ


“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, …”. {QS. al-A’raf 7: 31}.

Memakai pakaian terbaik saat shalat merupakan tanda dan wujud syukur seseorang akan nikmat Allah Swt. yang dikaruniakan padanya.

4. Menyesal serta bersedih, jika tidak dapat menunaikan dan menikmati shalat dengan baik dan sempurna. Di antara inti shalat adalah berzikir di dalam shalat. Allah berfirman pada Nabi Dawud: “Dan dengan berzikir padaKu, hendaklah mereka merasa ni’mat”.

Allah berfirman: “dan sungguh, zikir pada Allah-lah yang terbesar”. Maksudnya adalah kita diharapkan menikmati zikir atau bacaan-bacaan shalat kita, sehingga berpengaruh pada hati nurani dan amal perbuatan sehari-hari.

5. Dan supaya kita khusyu’, Nabi memerintah: “shalatlah seperti shalatnya orang yang berpamitan (dari dunia ini)”. Maksudnya shalatlah seakan-akan ini adalah shalat kalian yang terakhir di dunia.

Demikian adab-adab dalam melaksanakan shalat yang dapat admin share. Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca semua, khususnya admin pribadi. Sekian, wassalamu’alaikum.wr.wb.